Senin, 22 September 2008

Laporan Pengabdian Masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN



A. ANALISIS SITUASI

Perkembangan drama di Indonesia akhir-akhir ini begitu pesat. Ha1 ini terlihat dari banyaknya pertunjukan drama di televisi, drama radio, drama kaset, dan juga drama pentas. Organisasi remaja, baik di sekolah, universitas, karang taruna, maupun gelanggang remaja mempunyai seksi teater. Dalam acara-acara dan kegiatan kesenian belum afdol kiranya tanpa pertunjukan drama. Demam drama sudah begitu meluas, sehingga jika televisi menyajikan drama, masyarakat pasti antusias menyaksikannya.


Di sekolah-sekolah, naskah drama paling tidak diminati. Dalam penelitian Dr. Yus Rusyana disimpulkan bahwa minat siswa dalam membaca karya sastra yang terbanyak adalah prosa, menyusul puisi, baru kemudian drama. Perbandingannya adalah: 6:3:1 (1979). Hal ini disebabkan karena menghayati naskah drama yang berupa dialog itu cukup sulit dan harus tekun. Dengan pementasan atau pembacaan oleh orang yang terlatih, hambatan tersebut kiranya dapat diatasi. Penghayatan naskah drama lebih sulit daripada penghayatan naskah prosa dan puisi.


B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian-uraian sebagaimana dikemukakan pada pendahuluan, dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut:
a. Kendala-kendala apa sajakah yang terjadi pada pembelajaran seni drama di SMP di Wilayah Diknas Kabupaten Bojonegoro?
b. Bagaimanakah pembelajaran seni drama dilaksanakan di SMP di Wilayah Diknas Kabupaten Bojonegoro?
c. Pendekatan, Metoda, dan Teknik apa sajakah yang dipakai sebagai pembentukan model pembelajaran drama di SMP di Wilayah Diknas Kabupaten Bojonegoro?
d. Bagaimanakah merancang pengembangan model yang sesuai dengan karakteristik dunia anak di tingkat SMP?

C. TUJUAN KEGIATAN
a. Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran seni drama di SMP Wilayah Diknas Kabupaten Bojonegoro.
b. Mengidentifikasi kendala-kendala dalam pembelajaran seni drama di SMP di Wilayah Diknas Kabupaten Bojonegoro.
c. Merancang Pendekatan, Metoda, dan Teknik yang dapat dipakai sebagai pembentukan model pembelajaran drama di SMP di Wilayah Diknas Kabupaten Bojonegoro.
d. Bagaimanakah merancang pengembangan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dunia anak di tingkat SMP.

D. KONTRIBUSI KEGIATAN
a. Bagi Pelaksana PPM
Hasil pelatihan guru-guru SMP ini nantinya diharapkan dapat memperluas cakrawala berpikir, sehingga akan mendorong kreativitas yang baru dalam rangka membantu pendidik (guru SMP) dalam mendesain pembelajaran seni drama di SMP secara memadai. Hasil pelatihan ini nantinya diharapkan juga dapat dipakai pijakan untuk mendesain model-model pembelajaran yang lain, sehingga akan memperkaya khasanah pembelajaran seni drama di SMP.
b. Bagi Guru SMP
Pelatihan ini merupakan langkah untuk memperbaiki pola dan teknik pembelajaran tradisional yang lazim dilaksanakan di SMP. Hasil pelatihan tentang pembelajaran drama di SMP ini diharapkan dapat memberikan penyegaran terhadap guru SMP tentang bagaimana seyogyanya pembelajaran drama dilaksanakan.
c. Bagi Instansi terkait
Pelatihan ini merupakan masukan yang berharga guna dipakai sebagai pertimbangan dalam menyusun kebijakan-kebijakan di SMP, khususnya yang bersangkut paut dengan pengembangan profesionalisasi guru SD di Wilayah Diknas Kabupaten Bojonegoro.
BAB II Laporan PKM Bjngr2006.doc
BAB III Laporan PKM Bjngr2006.doc
BAB IV Laporan PKM Bjngr2006.doc
BAB V Laporan PKM Bjngr2006.doc
DAFTAR PUSTAKA Laporan PKM Bjngr2006.doc
DAFTAR RIWAYAT HIDUP Laporan PKM Bjngr2006.doc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar