Sabtu, 05 Desember 2009

Bagaimana Merencanakan Belajar

Apakah yang ingin Anda pelajari? Pertanyaan ini sangat penting. Sekarang, kita benar-benar berada dalam dunia yang penuh informasi. Keinginan kita untuk mempelajari bermacam-macam hal mengharuskan kita menentukan prioritas yang ingin kita ketahui. Dari mana sebaiknya Anda memulainya? Sebagai langkah pertama, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

Mengapa Anda tertarik belajar lagi?

Apakah agar mendapatkan pekerjaan yang lebih baik? Apakah ingin mengembangkan karir? Apakah ingin meningkatkan kehidupan pribadi Anda? Apakah hanya sekedar ingin belajar saja?

Keterampilan atau pengetahuan apakah yang ingin Anda pelajari?

Apakah yang diperlukan agar keinginan Anda tercapai? Untuk menjawab pertanyaan ini, janganlah Anda memikirkan gelar atau pelatihan, tetapi pikirkanlah subjek/materi yang ingin dipelajari.

Bagaimana cara belajar Anda?

Bagaimana cara belajar yang biasa Anda lakukan? Untuk hal ini, Anda akan banyak mengetahui berbagai gaya belajar pada Taktik 3. Apakah Anda memiliki cukup waktu untuk sekolah lagi? Bila tidak, adakah cara lainnya? Jelaskan.

Di mana Anda akan memulainya?

Bagaimana tingkat keterampilan Anda saat ini? Apakah Anda perlu mempelajari dasar-dasarnya dulu sebelum Anda mempelajari sesuatu yang sangat menarik bagi Anda? Maksudnya, jangan mulai belajar Calculus bila Anda tidak pernah belajar Aljabar.

Seberapa banyak yang ingin Anda ketahui?

Apakah Anda memerlukan gelar dari sekolah Komputer Grafis, atau sebenarnya, Anda hanya ingin belajar agar presentasi yang akan disampaikan bagus kualitasnya? Apakah Anda memerlukan gelar dari sekolah Komunikasi atau Anda hanya ingin belajar agar lebih asertif?

Apakah Anda berniat menjadikan belajar sebagai suatu prioritas?

Banyak sekali orang yang berniat menjadi pembelajar seumur hidupnya, tetapi kenyataannya tidak pernah melakukannya. Keinginan-keinginan mempelajari sesuatu yang menarik selalu melintas di angan-angan, tetapi mereka selalu terlambat untuk menindaklanjutinya, atau tidak sempat belajar secara mandiri dengan kaset yang telah dibelinya. Bila belajar menjadi suatu prioritas, perlakukanlah sebagaimana mestinya. Langkah-langkah berikut ini akan membantu Anda memulainya.

1. Tetapkan sasaran.

Pikirkan baik-baik tentang hal-hal yang ingin Anda ketahui lebih dalam atau lebih lanjut. Tuliskan sasaran yang ingin dicapai. Tetapkan yang ingin Anda pelajari, dan juga waktunya.

2. Kembangkan narasumber yang dimungkinkan.

Siapa yang akan menjadi narasumber tentang hal-hal yang ingin Anda ketahui? Materi-materi apa saja yang bisa Anda peroleh? Apakah merupakan pelatihan secara mandiri? Apakah melalui website? Tidak jarang, Anda sudah bisa mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini melalui telepon atau perpustakaan di wilayah Anda.

3. Masukkan kegiatan belajar di dalam aktivitas sehari-hari.

Bila Anda termasuk orang yang tidak selalu membuat rencana harian Anda, sekarang mulailah. Luangkan waktu 10 menit sebelum memulai hari Anda atau sebelum tidur di malam sebelumnya. Pikirkan tentang hal-hal yang ingin dilakukan sepanjang hari ini atau esok hari, termasuk yang ingin dicapai dalam sasaran belajar dan pengembangan diri Anda. Buatlah daftar kegiatan, termasuk aktivitas belajar yang akan Anda lakukan.

4. Tetapkan waktu belajar secara rutin.

Rahasia keberhasilan belajar adalah upaya yang konsisten. Berlatih selama 30 menit setiap hari, dan dilakukan hampir setiap hari, jauh lebih efektif daripada melakukannya beberapa jam secara terus-menerus hanya setiap akhir minggu saja.

5. Buatlah daftar pustaka topik-topik serta buku-buku yang telah dimiliki.

Banyak di antara kita yang dikelilingi oleh buku-buku yang dalam terbaca, maupun kaset-kaset yang belum pernah diputar dan didengarkan, serta proyek/pekerjaan setengah jadi yang tidak pernah diselesaikan. Anda tidak harus selalu mengeluarkan biaya yang besar untuk mulai belajar secara mandiri. Bahkan kadang-kadang materi yang ingin Anda ketahui pun, sebenarnya sudah dimiliki. Perpustakaan adalah sumber informasi yang hebat di mana Anda bisa mendapatkan buku-buku, majalah-majalah, video, kaset, maupun akses internet.

6. Tetapkan sasaran yang cukup menantang, tetapi jangan terlalu di awang-awang sehingga sulit untuk mencapainya.

Tugas-tugas yang terlalu mudah atau terlalu sulit cenderung kurang memotivasi. Agar tetap termotivasi, canangkan sasaran yang cukup menantang, tetapi terjangkau.

7. Tetapkan sasaran-sasaran kecil di antaranya.

Bila Anda ingin lancar berbicara dalam bahasa Spanyol dalam waktu lima tahun, tetapkan sasaran jangka pendeknya. Misalnya dengan makan malam di sebuah restoran Meksiko di Spanyol pada akhir bulan depan. Tetapkan juga sasaran jangka pendek lainnya, misalnya dapat mengerti percakapan sehari-hari dalam bahasa Spanyol pada akhir tahun. Bila Anda dapat mencapai sasaran jangka pendek, jalan menuju tercapainya sasaran jangka panjang Anda sudah di depan Anda.


Successful Lifelong Learning Robert Steinbach, PPM Publisher

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar