Selasa, 27 Juli 2010

RPP Inovatif Bahasa Indonesia (Rillah R)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

Kelas : III ( tiga )

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Semester : II (dua)

Standar Kompetensi

Mendengarkan

Memahami cerita dan teks drama anak yang dilisankan.

Kompetensi Dasar

1.1 Menirukan dialog dengan ekspresi yang tepat dari pembacaan teks drama anak yang didengarnya.

Indikator

1. Memperlihatkan drama anak.

2. Membacakan cerita drama.

3. Mengucapkan kalimat dalam drama yang dibacakan dengan penuh ekspresi.

4. Memberi pertanyaan yang sesuai dengan isi cerita drama yang dibacakan.

5. Menirukan percakapan dalam drama.

Alokasi Waktu

1 jam pelajaran (2 x 35 menit)

A. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui media VCD drama anak yang diputar oleh guru, siswa dapat mengetahui informasi mengenai konsep drama.

2. Melalui teks drama (yang merupakan teks drama yang ada pada VCD yang telah dipeutar) yang dibacakan oleh guru, siswa dapat mendengarkan teks drama dengan jelas.

3. Melalui kalimat yang dibacakan oleh guru dengan penuh ekspresi yang sesuai, siswa dapat mengetahui tekanan-tekanan kalimat mana yang mendapatkan ekspresi marah, sedih dan sebagainya.

4. Melalui pertanyaan yang diberikan oleh guru yang berkaitan dengan isi cerita drama yang telah dibacakan, siswa dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat.

5. Melalui teks drama yang dibacakan oleh guru dengan penuh ekspresi tarsebut, siswa dapat menirukan percakapan dalam drama tersebut.

B. Materi Pembelajaran (terlampir)

Cerita dan Teks Drama Anak.

C. Metode, Model dan Strategi Pembelajaran

1. Model Pembelajaran

Pembelajaran Kooperatif tipe Stad.

2. Metode Pembelajaran

a. Diskusi kelompok

b. Simulasi

c. Pemberian tugas

3. Strategi Pembelajaran

Pembelajaran berbasis PAIKEM

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

a) Kegiatan Pendahuluan ( + 10 menit )

Ø Guru masuk ke dalam kelas dengan mengucapkan salam.

Ø Guru memimpin doa bersama.

Ø Guru mengabsensi siswa. Sambil guru mengabsensi siswa, guru mengingatkan siswa yang sedang memiliki pikiran yang mengganggu konsentrasi belajarnya, untuk mengisi “teko perasaan” dan menutupnya rapat-rapat sehingga tidak ada satupun pikiran yang menggaanggu pikiran siswa. Tujuanya adalah agar semua perasaan sedih, pikiran yang mengganggu siswa, kegundahan siswa bahkan kekawatiran siswa bisa dituliskan ke dalam teko perasaan dan menutup teko tersebut secara kuat-kuat tujuanya agar perasaan gundah, sedih dan sebagainya bisa ditutup rapat dan konsentrasi pada pelajaran.

Ø Guru meminta siswa untuk berdiri dan melakukan sedikit refresing untuk memulai pelajaran yakni dengan jalan melakukan sedikit permainan, yakni “hitung berganda” (siswa harus menghitung satu persatu mulai dari angka 1 hingga seterusnya, namun setiap kelipatan 5, siswa harus mengucapkan kalimat “semangat 45, SD Keren Puolll mantap!!!” hibngga seluruh siswa telah menghitung. ( permainan ini ditujukan agar otak kiri dan kanan siswa bisa bekerja dengan maksimal dan agar konsentrasi siswa lebih terfokus).

Ø Guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran dengan tenang.

Ø Guru menyiapkan perlengkapan untuk proses belajar mengajar.

1) Motivasi

Guru memberikan sebuah permainan “hitung berganda”. Tujuanya adalah untuk mempersiapkan kondisi siswa agar siap menerima pelajaran. Dan mengajaknya untuk bersemangat dalam menerima pelajaran.

2) Appersepsi

Ø Guru memancing pengetahuan siswa dengan cara memberikan pertanyaan pengetahuan. Misalnya : “Siapa yang pernah melilhat tayangan drama anak di televisi ?”.

Ø Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran

3) Pengetahuan Prasyarat

· Siapa yang pernah menonton tayangan drama anak di televisi?

· Apakah tontonan drama anak di televise tersebut melakukan dialog antar pemainya?

· Apakah tontonan drama anak yang kalian lihat di televise tersebut para pemainya membawa teks ketika melakukan dialog.

b) Kegiatan Inti ( + 50 menit )

1. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Agar proses belajar mengajar menjadi lebih terfokus. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa. (guru membagi kelompoknya harus heterogen pada jenis kelamin, tingkat kepandaian ).

2. Guru menyuruh semua siswa untuk duduk berkumpul bersama kelompoknya masing-masing dan tidak boleh rebut. Harus tetap terkondisikan seperti pada perjanjian di atas.

2. Guru mengajukan kontrak belajar dengan siswa. (Hal ini juga mencakup mengenai pelaksanaan perjanjian antara guru dengan siswa serta bagaimana system pengerjaan tugas). Misalnya: apabila guru ‘bertepuk 2x ditambah dengan 2x hentakan kaki ditambah dengan 2x tepukan tangan dan diakhiri dengan menyilangkan tangan di depan mulut” menandakan bahwa anak2 harus diam. Dan juga apabila guru membunyikan peluit atau terompet berarti menandakan bahwa pelajaran telah usai dan merupakan tanda bergantinya jam pelajaran.

2. Guru menunjukkan VCD drama anak. Dengan tujuan agar siswa lebih penasaran dan antusias untuk segera melihat tayangan drama tersebut.

3. Guru menyuruh siswa untuk tidak rebut dan tetap terkondisikan apabila siswa ingin menontonton tayangan drama anak tersebut.

4. Sebelumnya guru, guru membagikan teks drama anak dalam tayangan tersebut. Tujuanya adalah apabila suara dalam tayangan tersebut kurang jelas di dengar siswa, siswa tidak akan rebut dan menjadi gaduh.

5. Guru memutar VCD drama anak tersebut. Dan menyuruh siswa dalam tiap-tiap kelompok tersebut untuk mengamati.

6. Setelah selesai tayangan drama tersebut, guru membacakan teks drama anak yang ditayangkan tersebut. Guru membacakan teks drama tersebut sambil menunjukkan ekspresi yang sesuai. (dan memberikan tekanan pada bagian-bagian dialog drama yang menunjukkan ekspresi sedih, senang, marah dan sebagainya).

7. Guru memberikan lembaran pertanyaan untuk dikerjakan secara diskusi dengan teman sekelompoknya maing-masing mengenai isi cerita yang terdapat pada tayangan drama anak tersebut (mengenai nilai kelompok).

8. Siswa dalam tiap-tiap kelompok mengisi lembaran pertanyaan yang diberikan oleh guru dengan jalan berdiskusi.

9. Guru melihat pekerjaan yang dikerjakan oleh siswa dan memberikan penjelasan, apabila ada siswa yang belum paham akan pertanyaan yang diberikan oleh guru melalui lembaran pertanyaan tersebut.

10. Apbila telah selesai mengerjakan tugas, siswa menyerahkan lembaran tugas yang diberikan oleh guru.

11. Guru mengoreksi jawaban dari tiap-tiap kelompok tersebut. Dan menyuruh siswa dalam tiap-tiap kelompok tersebut untuk bersiap-siap untuk menirukan dialog dalam drama atau teks drama yang telah diberikan oleh guru terswebut. Untuk didiskusikan kepada kelompoknya mengenai pembagian peran dan dialog serta bagaimana pelafalan dan penekanan dalam dialog tersebut.

12. Siswa dalam tiap-tiap kelompok menirukan dialog dalam tayangan tersebut secara bergiliran atau secara bersamaan namun ada pengaturan tempat.

13. Guru menilai tiap-tiap siswa dalam kelompok. Dan mendokumentasikannya untuk kemudian dipajang di dinding kelas. Sebagai wujud apresiasi kepada siswa. Dan siswa lebih termotivasi. Dan hasil lembaran jawabanya di gantung di “pohon jawaban kelas”.

14. Setelah selesai menilai guru memberikan isyarat “tepukan diam” agar siswa memperhatikan guru dengan seksama.

c) Kegiatan Akhir ( + 10 menit )

1. Guru menyebutkan nama kelompok yang memperoleh skor tertinggi.

2. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang paling bagus dalam menirukan percakapan dengan penuh ekspresi yang tepat. Misalnya dengan memberikan “bintang” atau sebuah sertifikat penghargaan kelas. Hal ini ditujukan untuk menghargai kelompok yang memiliki skor tertinggi.

3. Guru memberikan motivasi kepada murid-murid yang belum menjadi juara. Dengan jalan bernyanyi bersama bernyanyi lagu ‘menuntut ilmu’. Berikut ini adalah lirik lagu menuntut ilmu.

“menuntut ilmu”

ayo…kita bersama-sama!

Menuntut ilmu,,,sepanjang masa!

Perhatikan guru!...dengan sungguh-sungguh!

Kerjakan tugas!.... dengan teman-temanmu!

Baca….pikir….apa maksudnya?.....

Jika ditanya….jawab segera….

Baca….pikir…apa tugasnya?....

Jika menjawab…..jangan asal bicara!.....

4. Guru melakukan refleksi atau evaluasi. Agar bisa menyatukan pemahaman siswa terhadap materi mengenai “cerita dan drama anak”.

5. Guru memberikan ‘Pekerjaan Rumah Harian’ kepada siswa agar mengerjakan soal-soal di buku mengenai materi tersebut. Dan juga guru menyuruh siswa untuk mengerjakan “Pekerjaan Rumah Mingguan” kepada siswa. Misalnya: untuk mengamati dan mencatat tayangan drama anak di televise dan menirukan percakapan dan ekspresi tersebut. Dan yang menjadi penilai “Pekerjaan Rumah Harian” tersebut adalah orang tua masing-masing murid tersebut. Sehingga waktu belajar siswa lebih efektif dan terkondisikan dengan baik. Dan agar orang tua murid bisa memantau kegiatan belajar anaknya dan merasa ikut menjadi guru di rumah bagi anaknya sendiri.

6. Guru menyebutkan materi yang harus dipelajari pada minggu depan.

7. Guru mengingatkan kepada siswa untuk mengisi “K2SKG” artinya adalah “kotak kritik dan saran untuk kelas dan guru”. Apabila ada ide-ide siswa mengenai inovasi pembelajaran apa yang akan guru dan siswa lakukan agar siswa juga merasa dihargai idenya untuk membuat kelas lebih hidup dan tetap terkondisikan. Misalnya: mengenai pemajangan hasil karya, dekorasi kelas bahkan kritikan untuk guru dalam masalah pengajaranya dan sebagainya. Oleh karena itu setiap seminggu sekali guru dan siswa bersama-sama membaca “K2SKG”.

8. Guru mengkondisikan siswa agar bersiap-siap untuk pulang dan mengemasi perlengkapan belajarnya.

9. Guru mengajak siswa untuk berdoa bersama.

10. Guru menyuruh siswa untuk baris yang rapi dan secara teratur dan rapi bersalaman dengan guru dan pulang.

E. Sumber dan Alat Belajar

1. Buku Bahasa Indonesia Kelas III SD Semester 2. “Bahasa Indonesia (BSE) Mei Sulistyaningsih, Penerbit Jawa Pos Group”

2. Bukuk Bahasa Indonesia Kelas III Semester 2. “Bina Bahasa Indonesia, penerbit Erlangga”.

3. Buku-buku referensi yang relevan.

4. VCD drama anak.

5. Teks dialog drama dalam VCD tersebut.

F. Penilaian

1. Penilaian Tertulis

Instrumen : Lembar pertanyaan mengenai isi drama anak tersebut.

Jenis Instrumen : Uraian.

2. Penilaian Tindakan

Penilaian tindakan atau sikap dilakukan untuk mengukur sikap dan tindakan

siswa selama kegiatan pembelajaran seperti ketika kerja kelompok, diskusi,

turnamen dan mengerjakan tugas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar