Kamis, 07 Juni 2012

Rencana Pembelajaran Berbicara (Bahasa Jawa) Menggunakan Model DI

(Contoh: Pembelajaran Inovatif Bernuansa Pakem)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Jenjang satuan pendidikan  : Sekolah Dasar

Mata pelajaran                    : Bahasa Daerah

Kelas / Semester                  : IV / I

Aspek                                   : Wicara

Alokasi waktu                      : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

Standar kompetensi           : Mengapresiasi Tembang

 I.          Kompetensi Dasar

Siswa mampu mengapresiasikan sastra Jawa berupa : cerita rakyat, dongeng, cerita wayang, geguritan, dan tembang dolanan


II.        Indikator

Siswa mampu mengapresiasikan sastra Jawa berupa “tembang dolanan” dan “tembang macapat”



III.     Tujuan Pembelajaran

Kognitif

-          Diperdengarkan pembacaan tembang dolanan oleh guru, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis “tembang macapat” dengan benar.

-          Diberikan skema tentang tembang siswa dapat menjelaskan “paugerane  tembang macapat” dengan benar.

-          Diberikan pedoman pembacaan tembang (meliputi: sastra lampah, urut-urutan tembang, dan makna tembang), siswa dapat mendeskripsikan  watak dari tiap “tembang macapat” dengan benar.

Psikomotor

-          Diberikan teknik pembacaan “nembang” siswa dapat menyanyikan “tembang macapat Pangkur” dengan benar sesuai dengan wirama dan wirasanya.

Afektif

-          Melalui pembacaan tembang, siswa dapat mengomentari pembacaan tembang temannya dengan menggunakan  kriteria wirama lan wirasa yang telah disediakan.


IV.      Materi Pembelajaran

Tembang  macapat Pangkur [terlampir]


V.        Model Pembelajaran

Model : model pembelajaran langsung

VI.      Kegiatan Pembelajaran

  1. Kegiatan awal (10 menit)
1.
Guru mengajak siswa membuat kontrak belajar yang berupa kesepakatan bersama yakni berupa “jika guru bertepuk 3X, siswa bertepuk 1X kemudian mengangkat tangan kanan dan menutup mulut”, jika guru menyebut kata ”MACAPAT”, maka masing2 siswa dalam kelompok tertentu menyebutkan salah satu nama tembang macapat.
Guru memotivasi siswa dengan menanyakan “apakah kalian pernah mendengar istilah macapat?”, ”Tembang apakah yang pernah Anda dengar?”, ”Apakah kalian pernah menyanyikan tembang macapat?”
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan materi tembang macapat.
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

b.       Kegiatan inti (55 menit)

1.
Guru membacakan sebuah Tembang Pangkur dengan irama dan lagu yang tepat sebagai contoh untuk siswa, kemudian siswa mengikutinya sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh guru (Pemodelan)

Fase II Mendemonstrasikan keterampilan (pengetahuan prosedural) atau: mempresentasikan pengetahuan (deklaratif))
2







Siswa berlatih  menyanyikan tembang macapat Pangkur dengan bimbingan dan arahan guru.
Teknik:
a.  Membaca “titi laras” (notasi)
Siswa menirukan pembacaan notasi yang dicontohkan guru secara benar. Tekniknya bergantian antara guru dan sebagian kelompok siswa. Yang dimaksud dengan kelompok adalah deretan bangku kanan tengah dan kiri. Pembacaan notasi disesuaikan dengan “laras” “pelog atau slendro” (pada pelatihan ini menggunakan alat berupa gamelan saron/demung untuk penyelarasan.
b.   Membaca “cakepan” (syair lagu) macapat “Pangkur).
Tekniknya sama seperti pada pelatihan pertama, hanya saja yang dilatihkan adalah membaca syair lagu dengan “antawacana” (lafal dan intonasi) yang benar.
c.   Menyanyikan tembang macapat baris demi baris dengan diiringi alat “saron/demung”. Tekniknya juga bervariasi, antara lain dibaca/ditembangkan setiap baris oleh guru kemudian ditirukan siswa, maupun dibacakan oleh guru setiap satu tembang kemudian ditirukan siswa (disesuaikan dengan situasi dan kondisi). Pelatihan ini juga dilakukan secara bergantian tiap deretan bangku kanan, tengah, maupun deretan kiri.
d.    Siswa menyanyikan tembang macapat “Pangkur” dengan hanya diiringi saron/demung oleh guru.
Catatan:
Pelatihan berpedoman pada ketepatan suara, lafal, wirama dan wirasa
Fase 3: Membimbing pelatihan
3
Siswa per-deret bangku menyanyikan tembang macapat Pangkur” tanpa tuntunan guru.
Tekniknya:
a. Dilakukan per-deret bangku dengan diiringi saron/demung oleh guru.
b. Dilakukan bersama-sama dengan diiringi saron/demung oleh guru.
c. Dilakukan perorangan (bila memungkinkan) di hadapan siswa lainnya.
d. Guru memberikan umpan balik dan koreksi berupa kekurang tepatan nada, antawacana, maupun wirasa dan wiramanya,
Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.


  1. Kegiatan penutup (5 menit)

1.
Guru memberikan kesempatan pelatihan dengan teknik-teknik khusus yang harus diperhatikan siswa. dan evaluasi sebagai tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dirumah (PR) dan memberikan informasi mengenai pertemuan berikutnya ( siswa diminta tampil satu per-satu kedepan untuk melaksanakan tugas evaluasi)
Fase 5: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan)



VII.             Alat/Bahan dan Sumber Belajar

a.       Alat/bahan:

1.    Naskah tembang “Macapat Pangkur”

2.    Gamelan berupa “Saron/demung/gender” Pelok dan Slendro

b.       Sumber belajar:

1.    Buku Ngengrengan Kasusastran Jawi, S. Padmosukotjo

2.    Pepak Basa Jawa

3.    Mbombong Manah



VIII.           Penilaian

  • Jenis penilaian

            Tes  perbuatan: Cara menyanyikan tembang “Macapat Pangkur”

            Non tes : Sikap penampilan yang disesuaikan dengan “wirasa lan wirama”

  • Bentuk penilaian
  • Instrument penilaian


Rubrik Penilaian

No.
Nama
                        Kriteria
Skor
Suara
Lafal
Wirama
Wirasa


















Keterangan:

5 : suara nyaring, melafalkan kata dengan benar, wirama dan wirasa sesuai.

4: suara kurang nyaring, melafalkan kata dengan benar, wirama dan wirasa sesuai

3: suara dan  lafal  kurang nyaring, wirama dan wirasa sesuai

2: suara dan lafal nyaring, wirama dan wirasa kurang sesuai

1: suara dan lafal kurang nyaring, wirama dan wirasa kurang sesuai

10 komentar:

  1. Your contents are too simple to read and easy to understand.alternatives to Adobe acrobat

    BalasHapus
  2. I really enjoy while I read your blogs and articles.edit pdf document mac

    BalasHapus
  3. I’m flattened by your contents keep up the excellent work.
    filipino filipina

    BalasHapus
  4. C-2010_Mochamad Yusuf_101644035 Said: indikatornya kurang lengkap Pak.

    BalasHapus
  5. Titik Rohmatin_101644244_D2010
    Sk, kd tidak ada nomornya pak,
    Indikator juga kurang lengkap pak,
    Tidak ada kognitif, afektif dan psikomotor , tapi di tujuan pembelajaran ada 3 ranah tersebut
    Mohon maaf pak bukan maksud menggurui, tapi cuma mencoba mengkoreksi menurut ilmu yang pernah saya dapat,
    Matur nuwun :)

    BalasHapus
  6. Wildan ahmad fauzi_101644016_D2010
    Kegiatan pembelajarannya tidak ada tabel keterlaksanaan sudah terlaksana atau belum,
    Indikator belum dituliskan 3 ranah pak .

    BalasHapus
  7. Lindra nur khanifah_101644209_C2010

    saya setuju dengan pendapat rekan-rekan yang berkomentar. Di sini, saya ingin menambahkan bahwa, untuk metode pembelajarannya belum dicantumkan. apersepsi dalam pembelajarannya juga kurang lengkap..
    selain itu fase- face model pembelajaran langsung mohon dicantumkan juga dalam kegiatan pembelajaran agar lebih jelas.

    BalasHapus
  8. eva lailatun n 101644094 C-2010


    dalam materi membaca tembang, mmbutuhkan waktu yang lama, jd tdk efektif apabila hanya dalam 1 pertemuan

    BalasHapus

Tinggalkan Komentar